Pages

Daily Calendar

Senin, 28 Januari 2013

Present

Yuk beljar bahasa inggris :)

ACTIV =
1. simple ( kebiasaan, kebenaran umum, kalimat perintah, kegiatan yg terjadwal )
     (+) s + v1 + o/complement
     (-) s + do/does + not + v1 + o/c
     (?) do/does + s + V1 + o/c
TIDAK MENGGUNAKAN KATA KERJA
   (+) s + is/am/are + noun/adjektive/adverb
   (-) s + is/am/are + not + n/adj/adv
   (?) is/am/are + s + n/adj/adv.
2. Present Continuous ( sedang di lakukan )
   (+) s + is/am/are + V1 ing + o/c
   (-) s + is/am/are + not +  V1 ing + o/c
   ( ?)is/am/are + s + V1 ing + o/c
3. Present Perfect. ( berulang-ulang di lakukan atau terjadi )
   (+) s + have/has + V3 + o/c
   (-) s + have/has + not + V3 + o/c
   (?) have/has + s + V3 + o/c
4. Perfect Continuous. (kejadian dari lampau sampai sekarang )
   (+) s + have/has + been + V1 ing + o/c
   (-) s + have/has + not + been + V1 ing + o/c
   (?) have/has + s + been + V1 ing + o/c

PASSIVE
1. simple
+) s + is/am/are + V3 + o/c
-) s + is/am/are + not + V3 + o/c
?) is/am/are + s + V3 + o/c
2. Continuous
+) s + is/am/are + being + V3 + o/c
-) S + is/am/are + not + being + V3 + o/c
?) is/am/are + s + being + V3 + o/c
3. Perfect
+) s + have/has + been + V3 + o/c
-) s + have/has + not + been + o/c
?) have/has + s + been + V3 + o/c
4. Perfect Continuous
+) s + have/has + being + V3 + o/c
-) s + have/has + not + being + V3 + O/c
?) have/has + s + being + V3 + o/c

Rabu, 23 Januari 2013

Laporan pembuatan tempe


LAPORAN
KIMIA LINGKUNGAN







Disusun Oleh :
Ø  AIN FITRIYAH
Ø  INGGRAT WELANO
Ø  MUHAMMAD RIZAL
Ø  MUHAMMAD YUSUF
Ø  YULFY MEI RYZHA
Ø  WULAN SUMINAR


MADRASAH ALIYAH NEGERI BATAM
TAHUN 2012/2013



I.                    JUDUL                                 : ” PEMBUATAN TEMPE”
II.                  TUJUAN                              :Untuk mengetahui proses fermentasi jamur pada kedelai.
III.                ALAT DAN BAHAN
A.      ALAT
1.       Baskom
2.       Saringan
3.       Dandang
                                                                                
5.       Sotel Kayu
6.       KomporTampah
7.       Lilin
8.       Tusuk Sate
B.     BAHAN
1.       Kacang Kedelai
2.       Ragi Tempe                             
3.       Kantong Plastik                  
                                                                                
IV.               CARA KERJA
1.       Cucilah tampah, ayakan, kipas dan cukil yang akan digunakan, kemudian dikeringkan.
     
2.       Bersihkan kacang kedelai dari bahan-bahan lain yang tercampur, kemudian dikeringkan.

3.       Rendam kacang  kedelai yang telah dicuci bersih selama 12-18 jam dengan air dingin biasa (proses hidrasi agar biji kedelai menyerap air sebanyak mungkin).  
4.       Lepaskan kulit biji kedelai yang telah lunak, kemudian cuci atau bilas dengan menggunakan air bersih.

5.       Kukus / rebus biji kedelai tersebut sampai empuk.

6.       Setelah biji kedelai terasa empuk, tuangkan biji-biji tersebut pada tampah yang telah dibersihkan, lalu diangin-angin dengan kipas/kipas angin sambil diaduk-aduk hingga biji-biji tersebut terasa hangat.
 
7.       Taburkan ragi tempe (RAPRIMA) yang telah disiapkan sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk supaya merata (1/2 sendok untuk 1 kg).

8.       Siapkan kantong plastic atau daun pisang, atau daun jati untuk pembungkus. Bila kantong plastic yang digunakan sebagai pembungkus, berilah lubang-lubang kecil pada kantong tersebut dengan menggunakan lidi atau garpu.

9.       Masukkan kedelai yang telah diberi ragi tempe (RAPRIMA) ke dalam pembungkusnya, atur ketebalannya sesuai dengan selera.

10.   Proses fermentasi kacang kedelai ini pada suhu kamar selama satu atau dua hari atau hingga seluruh permukaan kacang kedelai tertutupi jamur.   

            Catatan:
1.     Perhatikan kebersihan tempat kerja dan kebersihan peralatan kerja akan meningkatkan kualitastempeyang dihasilkan.
2.     Suhu ruang yang lebih hangat mempercepat proses fermentasi jamur pada tempe
V.                 PEMBAHASAN
    1. Tempe
                        Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji   kedelai atau beberapa    bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus. Secara umum, tempe      berwarna putih karena pertumbuhan miselia kapang yang merekatkan biji-biji kedelai sehingga            terbentuk tekstur yang memadat. Degradasi komponen-komponen kedelai pada fermentasi         membuat tempe memiliki rasa dan aroma khas. Berbeda dengan tahu, tempe terasa agak masam.
    1.     Kedelai
            Kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe. Kedelai mengandung protein 35 % bahkan pada varitas unggul kadar proteinnya dapat mencapai 40 – 43.
    1. Rhizopus oryzae
            Rhizopus oryzae yang dikenal sebagai jamur tempe, merupakan jamur yang berpotensi dalam pembuatan tempe. Jamur ini diketahui mampu menghasilkan asam laktat, protease, dan lipase. Jamur ini digunakan untuk pembuatan tempe pada langkah inokulasi. Inokulasi dilakukan dengan penambahan inokulum, yaitu ragi tempe
            4. Fermentasi
            Fermentasi adalah proses produksi energi sel dalam keadaan anaerobik (tanpa oksigen).
VI.                     KESIMPULAN
Dalam proses pembuatan tempe semua alat harus  dicuci terlebih dahulu.Kemudian kedelai direndam dan di bersihkan dengan steril, reginya pun  harus sesuai takaran dan ketika pembungkusan kedelai harus didinginkan terlebih dahulu. Dan setelah di bungkus tempe di fermentaskan di balikkan sehari 2 kali. Setelah 3 hari tempe dapat dilihat hasilnya.

Laporan Fisika


LAPORAN
 PRAKTIKUM FISIKA


MAN.jpg


DISUSUN OLEH :
1.      Adhitya Dewanta
2.      Ain Fitriyah
3.      Fadli Alhamidi
4.      Reni Afrian
5.      Syarifah Raisha M


TP : 2012/2013
MAN 1 BATAM


Hari/ Tanggal Penelitian          : Jumat 05 Oktober 2012 
Tempat                                    : Laboratorium Fisika
Anggota Kelompok                :
ü  Adhitya Dewanta
ü  Ain Fitriyah
ü  Fadli Al-Hamidi
ü  Reni Afrian
ü  Syarifah Raisha Muhayya
Judul                                       : Mengukur Percepatan Gravitasi

I.                   Tujuan                   : Mengukur percepatan gravitasi bumi melalui bandul fisis.

II.                Alat dan Bahan     :
·         Benang sepanjang 10cm,15cm,20cm,25cm,30cm,35cm,40cm.
·         Pemberat.
·         Balok Pendukung .
·         Stopwatch.
·         Batang Statip

Setelah alat dan bahan siap untuk di pakai untuk praktikum , maka kami melanjutkan dengan langkah kerja untuk praktikum .

III.             Langkah Kerja                  :
1.      Gantungkan pemberat dengan menggunakan benang pada sebuah statip kemudian tarik pemberat sampai di ketinggian tertentu dan lepaskan.
2.      Ukur periode yang dibutuhkan bandul untuk melakukan 5 osilasi penuh dan catat hasilnya dalam tabel
3.      Ganti benang pengantung dengan benang lain yang panjangnya 10cm dan lakikan langkah 1 dan 2 setelah data terambil ganti kembali benang dengan panjang yang berbeda-beda.
Setelah langkah kerja siap kami buat , maka langkah untuk praktikum selanjutnya adalah melakukan pengamatan .

IV.             Data Hasil Pengamatan                 :
Setelah
Dari pengamatan tersebut, kami mendapatkan data dalam tabel berikut :
Tabel. 1           Data  Hasil Pengamatan
NO
T (s)
l (cm)
I (m)
1
0.2
10
0.1
2
0.8
15
0.15
3
1
20
0.2
4
1.1
25
0.25
5
1.2
30
0.3
6
1.3
35
0.35
7
1.4
40
0.4


                          
Tabel 2. Hasil analisa data
NO
T (s)
l (cm)
I (m)
T2
1
0.2
10
0.1
0,04
2
0.8
15
0.15
0,64
3
1
20
0.2
1
4
1.1
25
0.25
1,21
5
1.2
30
0.3
1,44
6
1.3
35
0.35
1,69
7
1.4
40
0.4
1,96

V.                     Analisa Data
Dari hasil praktikum diperoleh periode dari setiap variasi panjang tali. Dari tabel 1 diperoleh grafik seperti di bawah ini;
Grafik hubungan antara kuadrat periode T(s) dengan panjang tali l(m)
           

Dari grafik seperti pada gambar diatas. Diperoleh persamaan garis regresi yaitu
y = 4,748x . 
             =
Setara dengan y = 4,74
 Sehingga mencari  dari hasil pengamatan diperoleh :
            g =
Berdasarkan teori menjelaskan bahwa bumi =9,8 N/kg. Sedangkan berdasarkan hasilpengamatan kami mendapatkan =158,38 N/kg. Terdapat selisih yang sangat besar antara bumi dengan pengamatan yaitu :
            9,8 N/kg 8,32 N/kg = 1,48 N/kg

Sehingga diperoleh persentasi kesalahan :
VI.             Kesimpulan
Dari data di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa, semakin panjang tali bandul maka periode (T) semakin lambat. Peristiwa ini dapat kita lihat dari table dan grafik di atas.

VII.          Daftar pustaka
Abdullah Mikrajuddin, 2007 . Fisika 2A . Bandung : Esis
Kanginan Marthen, 2007. Fisika SMA. Jakarta : Erlangga